Sabtu, 23 April 2011

Bantuan Sederhana

Ini kisah disampaikan untuk sekedar berbagi:

"Aku dah lama kenal bu Tuti.
Dia dah beberapa minggu gak muncul di tempat dimana para ibu2 biasa berkumpul menunggu anaknya pulang sekolah.

Begitu muncul, bu Tuti terlihat begitu kurus; (maaf) bagai kerangka berselimut kulit, tanpa daging.
Karena turut prihatin, dia pun kupanggil, kuajak ngobrol.

aku: "kamu kok terlihat begitu kurus tho, mbak. ada apa ?"
bu Tuti: "aku menderita kanker payudara, mas"
aku: "o, aku tau. kamu selalu berpikir kalo kamu itu akan segera mati ya ?"
bu Tuti: "iya, mas. gimana gak kepikiran, dah banyak orang yang meninggal akibat kanker payudara"

Aku tersenyum.

Aku: "mbak. ngomong2, pernah mendengar bayi meninggal, gak ?"
bu Tuti: "pernah"
aku: "pernah mendengar orang sehat, mendadak meninggal ?"
bu Tuti: "pernah"
aku: "kalo ketemu orang sakit lagi jalan2 ?"
bu Tuti: "juga pernah"

Aku tersenyum lagi.

Aku: "jadi, urusan mati itu sebenarnya gak mengenal usia. juga gak harus didahului oleh kedatangan suatu penyakit. bener, ya ?"

Bu Tuti menganggukkan kepala.

"mulai sekarang, cobalah untuk tidak memikirkan soal mati. dan ikuti terus saran dokter"

Bu Tuti setuju.

Kira2 1-2 bulan kemudian, aku bertemu bu Tuti lagi.
Aku tersenyum.
Gimana tidak. Bu Tuti terlihat segar, kulitnya putih dan badannya tampak jauh lebih gemuk.
Dan dia pun kupangil: "mbak, sini"

Setelah duduk di sampingku, bu Tuti ku"canda"in,
"mbak. kamu tidak mati tho, mbak ?"

Gantian, kali ini bu Tuti yang tersenyum.

Hehehe ...
Tanpa obat, ternyata kita juga bisa membantu orang yang lagi sakit.

Tidak ada komentar: