Kamis, 29 April 2010

Rooibos Tea

Rooibos tea (Aspalathus linearis) secara tradisional digunakan sebagai minuman kesehatan di Republik Afrika Selatan dan Eropa. Teh ini terkenal karena mengandung banyak flavonoid dan mempunyai khasiat sebagai antioksidan, dan karena tidak mengandung kafein dan alkaloid, dan mengandung sedikit tanin.

Rooibos tea dilaporkan mempunyai barbagai macam aktivitas farmakologi, antara lain sebagai penghambat perkembangan tumor pada kulit mencit, hepatoprotektor terhadap kerusakan hati yang dipacu dengan CCl4 (pada tikus), protektor terhadap mutagenesis, protektor pada DNA strand scission, anti-HIV secara in vitro, radioprotektif terhadap sinar X, penghambatan akumulasi peroksida-lipid (terkait dengan usia), menekan induksi kalainan kromosom, dan mengurangi pelepasan histamin dari mast-cell.

Rooibos tea juga meningkatkan produksi antibodi terhadap antigen tertentu melalui pembentukan interleukin (IL)-2 baik secara in vitro maupun secara in vivo, dan memulihkan kembali produksi antibodi tersebut (yang telah menurun).

Bagaimanakah dengan teh yang sering kita konsumsi ?

Propolis

Dalam jurnal disebutkan bahwa Propolis dari Brazil mengandung :
flavonoid 70 g/kg, senyawa fenolik 134,4 g/kg, vitamin E 0,16 g/kg, total asam lemak tidak jenuh 420,3 g/kg, asam oleat 155,2 g/kg, asam linoleat 111 g/kg, asam linolenat 43,9 g/kg, asam miristoleat 42 g/kg, asam arakhidonat 53,6 g/kg dan asam nervonat 14,6 g/kg. Flavonoid (flavonol, flavon dan flavanon) yang terdapat dalam propolis berhubungan erat dengan aktivitas farmakologi dan aktivitas antioksidannya.

Keanekaragaman tumbuhan di suatu daerah berpengaruh pada jenis dan komposisi kandungan propolis, begitu juga dengan jenis tanaman yang menjadi sumber propolis. Birch propolis dari Rusia bersumber dari Betula verrucosa. Green propolis dari Brazil bersumber dari Baccharis sp.. Red propolis dari Kuba dan venezuela bersumber dari Clusia sp..

Propolis ada yang alami (natural) dan adapula yang berupa ekstrak alkohol. Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa propolis dari Brazil adalah alami.

Uji aktivitas dengan metode DPPH menunjukkan bahwa ekstrak etanol propolis dari Brazil memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi (signifikan) dibandingkan dengan BHT dan ekstrak PE, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan alfa-tokoferol.

Uji aktivitas dengan metode FTC menunjukkan bahwa esktrak etanol propolis dari Brazil memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan dengan alfa-tokoferol dan ekstrak PE, tetapi lebih rendah dibandingkan dengan BHT.

Ekstrak air propolis dapat menghambat perkembangan pembelahan sel tidak normal (misalnya sel McCoy, HeLa, SP2/O, HEp-2 dan BHK21) dan menstimulasi pertumbuhan sel normal (misalnya sel limposit manusia, sel ginjal tikus, sel hati tikus, dan sel limpa tikus). Uniknya, pertumbuhan sel normal berlangsung pada konsentrasi yang sama dengan konsentrasi penghambatan sel yang tidak normal.

Propolis juga memiliki aktivitas sebagai bakteriostatik dan bakterisida (terhadap Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans, Helicobacter pilori, Mycobacterium sp), fungistatik dan fungisida (terhadap dermatophytes, Aspergillus sulphureus), Virostatik dan virosida (terhadap herpes simplex, influenza, rhinovirus), antitumor (menghambat melanoma dan glioblastoma, mencegah karsinogenesis pada kolon, menekan adenovirosis tipe 5), antioksidan (penangkap radikal bebas, penghambatan lipooksigenase), penyembuh luka dan memperbaiki jaringan (pada dermatitis, tukak lambung, protektor hati), menekan replikasi HIV-1, antiparasit (pada tripanosomiasis dan giardiasis), antimutagenik, antiinflamasi (dengan pembanding diklofenak dan hidrokortison, dengan metode eksperimen tertentu), untuk penyakit ISPA, dan immunomodulator.

Gunakanlah propolis alami untuk keperluan membunuh kuman yang menyerang.

Rabu, 28 April 2010

Spirulina

Pada zaman dahulu, penggunaan spirulina lebih ditujukan sebagai sumber protein dan vitamin. Spirulina mengandung 50-65% protein, kaya akan vitamin terutama vitamin B12 dan pro-vitamin (beta-karoten), mengandung mineral terutama besi, dan merupakan salah satu sumber gama-linolenic acid (GLA).

GLA merupakan suatu prekursor yang berperan dalam mengontrol sistem imunitas ubuh.

Spirulina platensis merupakan penghasil GLA.

Beta-karoten dilaporkan mampu meningkatkan aktivitas sel T Killer antitumor spesifik, dan ini berhubungan dengan aktivitas penghambatan pertumbuhan sel tumor.

Pada tubuh yang normal sebenarnya terdapat Beta-karoten. Jumlahnya menjadi berkurang pada kondisi tubuh sedang sakit.

Beberapa hasil studi pre-klinik dan studi kilinik menunjukkan bahwa spirulina mampu meningkatkan sistem imunitas, meningkatkan jumlah laktobasil intestinal, menurunkan efek nefrotoksik akibat logam2 berat dan obat2an, dan mempunyai efek proteksi terhadap radiasi.

Spirulina platensis dilaporkan mampu mengurangi efek samping (toksik) yang ditimbulkan akibat pemakaian obat2 kemoterapi pada penanganan kasus kanker.

Berdasarkan keterangan di atas, dapat dimengerti kenapa spirulina disarankan digunakan untuk anak2, untuk penderita kekurangan zat besi dan penderita (atau calonpenderita) tumor/kanker.

Gunakanlah spirulina untuk meningkatkan status gizi, meningkatkan sistem imun tubuh, menanggulangi kekurangan zat besi dan untuk menormalkan jumlah beta-karoten tubuh.

Selasa, 27 April 2010

Minyak Ikan

Minyak Ikan mengandung PUFA (polyunsaturated fatty acids, asam lemak tidak jenuh) Omega-3, terutama docosahexaenoic acid (DHA) dan eicosapentaenoic acid (EPA). PUFA tersebut penting bagi tubuh sebagai nutrisi, untuk memelihara kesehatan dan untuk mencegah timbulnya penyakit. Dalam jurnal disebutkan bahwa DHA sangat dibutuhkan untuk memelihara fungsi otak normal orang dewasa, dan untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak bayi/orok. DHA dan EPA juga menurunkan TAG serum dan kadar kolesterol, meningkatkan fluiditas membran, dan mengurangi jumlah trombosis.

PUFA omega-3 bermanfaat bagi penderita jantung koroner, infark jantung miokardial, pasca operasi bypass arteri koroner, hipertensi-moderat, transpalantasi jantung, dislipidemia dan atau hiperlipemia posprandial.

PUFA Omega-3 juga baik untuk ibu hamil, anak2 dan penderita strok.

Berdasarkan keterangan di atas, dapat dimengerti kenapa supplemen yang mengandung Omega-3 banyak digunakan memelihara ataupun memperbaiki kelainan2 pada sel otak, darah dan jantung.

Klorofil

Klorofil (Chlorophyll) dan derivatnya sangat efektif mengikat zat2 hidrokarbon aromatis polisiklik (karsinogen yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna), zat amina heterosiklik (yang terbentuk saat membakar makanan), zat aflatoksin (racun yang dikeluarkan jamur yang terdapat pada makanan, penyebab kanker hati), dan zat2 lain. Zat2 karsinogen tersebut diikat kuat2 oleh klorofil (menjadi suatu zat kompleks) sehingga sulit diserap oleh tubuh dan dikeluarkan bersama feses/tinja. Daya kemoprotektif klorofil dan derivatnya telah diuji di laboratorium kultur sel dan hewan.

Klorofil juga dapat membantu mengeluarkan logam2 berat yang menumpuk dalam tubuh akibat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan membantu fungsi hati sehingga hati dapat bekerja lebih baik dalam membersihkan racun yang berada dalam tubuh. Selain itu, klorofil juga dapat membersihkan ginjal dan darah, dari racun2, dan dari hasil metabolisme merugikan misalnya kelebihan asam urat.

Sebagai zat hijau daun, aslinya klorofil tidaklah mempunyai bau dan rasa tertentu.

Produk Klorofil tersedia di pasaran dalam bentuk cair maupun (semi)padat. Kalau kita cermati, awalnya berasal dari sumber yang sama; kemudian dikenakan proses lebih lanjut misalnya ditambah mentol sebagai meningkatkan cita rasa. Ada juga yang ditambah dengan Universe Induced Energy (UIE) yang berperan meningkatkan kandungan oksigen dalam tubuh dan memperkecil ukuran molekul2 besar sehingga mudah diserap oleh tubuh, sehingga metabolisme dapat berlangsung lebih cepat.