Selasa, 27 April 2010

Klorofil

Klorofil (Chlorophyll) dan derivatnya sangat efektif mengikat zat2 hidrokarbon aromatis polisiklik (karsinogen yang berasal dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna), zat amina heterosiklik (yang terbentuk saat membakar makanan), zat aflatoksin (racun yang dikeluarkan jamur yang terdapat pada makanan, penyebab kanker hati), dan zat2 lain. Zat2 karsinogen tersebut diikat kuat2 oleh klorofil (menjadi suatu zat kompleks) sehingga sulit diserap oleh tubuh dan dikeluarkan bersama feses/tinja. Daya kemoprotektif klorofil dan derivatnya telah diuji di laboratorium kultur sel dan hewan.

Klorofil juga dapat membantu mengeluarkan logam2 berat yang menumpuk dalam tubuh akibat mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi, dan membantu fungsi hati sehingga hati dapat bekerja lebih baik dalam membersihkan racun yang berada dalam tubuh. Selain itu, klorofil juga dapat membersihkan ginjal dan darah, dari racun2, dan dari hasil metabolisme merugikan misalnya kelebihan asam urat.

Sebagai zat hijau daun, aslinya klorofil tidaklah mempunyai bau dan rasa tertentu.

Produk Klorofil tersedia di pasaran dalam bentuk cair maupun (semi)padat. Kalau kita cermati, awalnya berasal dari sumber yang sama; kemudian dikenakan proses lebih lanjut misalnya ditambah mentol sebagai meningkatkan cita rasa. Ada juga yang ditambah dengan Universe Induced Energy (UIE) yang berperan meningkatkan kandungan oksigen dalam tubuh dan memperkecil ukuran molekul2 besar sehingga mudah diserap oleh tubuh, sehingga metabolisme dapat berlangsung lebih cepat.

Tidak ada komentar: