Sabtu, 01 Mei 2010

Stichopus variegatus Semper

Stichopus variegatus Semper termasuk salah satu spesies tripang laut atau Sea Cucumber.

Tripang laut sering dijadikan sumber antioksidan alami untuk melawan efek radikal bebas yang terbentuk akibat metabolisme normal dalam tubuh ataupun akibat faktor dari luar (misalnya polusi, radiasi). Karenanya dikembangkan untuk untuk melawan penyakit kanker (kerusakan gen), penuaan dini, penyakit kardiovaskuler dan penyakit degeneratif lainnya.

Adapun peran utama antioksidan secara in vivo adalah mencegah proses oksidasi PUFAs dan stabilisasi membran2 biologis.

Komposisi cairan Coelemic Stichopus variegatus Semper :

- protein kasar : 2,05 plus minus 0,40 g/L
- SOD : 8,20 plus minus 0,95 X 100.000 IU/g protein
- Malondialdehid : 9,89 plus minus 0,04 nmol/g protein
- Diena terkonyugasi : 94,19 plus minus 1134 RU/g protein
- Aktivitas antioksidan total : 47,71 plus minus 8,95 %

Bagian utama tripang laut, yaitu dinding tubuhnya, mengandung kolagen dan mukopolisakarida. Glikosaminoglikan-sulfat (mukopolisakarida) dikenal dapat menstimulasi regenerasi kulit jika terluka, dan karenanya juga digunakan dalam produk2 untuk pemakaian luar.

Peptida2 kolagen (Collagen peptides) mempunyai peranan sebagai antioksidan yang kuat dan juga berpotensi menurunkan tekanan darah.

Glukosamin, terdapat pada jaringan ikat dan jaringan kartilago, dan berfungsi untuk memelihara kekuatan, fleksibilitas dan elastisitas jaringan tersebut. Glukosamin banyak digunakan untuk mengobati penyaki osteoartritis. Pemberian glukosamin akan menormalkan metabolisme kartilago sehingga menghambat laju pengrusakan, menstimulasi pembentukan proteoglikan, dan memulihkan fungsi artikular.

Glukosamin juga bersifat sebagai anti-inflamasi karena menekan fungsi netrofil, misalnya pembentukan superoksida, fagositosis, pelepasan "granule enzyme" dan kemotaksis. Glukosamin juga menekan pertumbuhan Plasmodium falciparum dengan jalan mengganggu biosintesa glikosilpospatidillinositol.

Glukosamin dapat menghambat (signifikan) produksi "nitric oxide" dan prostaglandin E2 dan menekan perkembangan adjuvant arthritis pada tikus.

Kerja kombinasi antara glukosamin dan Chondroitin-sulfat pernah diteliti pada hewan yang mengalami osteoartritis, dan ternyata menunjukkan aktivitas yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kerja masing2nya secara terpisah. Hasil uji klinis terhadap hewan dan manusia menunjukkan bahwa terapi kombinasi ini adalah efektif.

Kombinasi ini memungkinkan diterapkan untuk mengurangi pemakaian NSAID pada pasien osteoartritis.

Kombinasi glukosamin dan chondroitin-sulfat dalam produk suplemen makanan didasarkan kepada studi metaanalisis terkait dengan keamanannya dan efektivitasnya bagi pengobatan gejala2 penyakit osteoartritis.

Chondroitin-sulfat sendiri bersifat sebagai antiinflamasi dan dapat menghambat kerja beberapa enzim protease perusak-kartilago dan sitokine yang disekresi oleh leukosit dan kondrosit. selain itu, Chondroitin-sulfat juga menghambat bradikinin dan kimopapain yang diinduksi oleh penipisan proteoglikan dari kartilago artikular (mimicking natural degenaration). Di Eropa Chondroitin-sulfat direkomendasikan untuk mangatasi penyakit rematik.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

hai harry....
aku baca beberapa artikelmu tentang kesehatan....waahh, bagus banget informasinya...tks ya

-toeti-