Perang Dagang ?
Kapanpun minyak kelapa disebut, sebagian orang langsung membayangkan lemak jenuh dan oleh karenanya menganggap minyak ini pastilah buruk. Jika kita menghindari minyak kelapa karena kandungan lemak jenuhnya, kita termasuk salah satu diantara ratusan ribu orang yang telah disesatkan; begitu bunyi tulisan seorang ahli gizi sekaligus dokter naturopatik.
Pada tahun 1988, peneliti2 yang akrab dengan minyak tropis dipanggil untuk bersaksi dalam sidang dengar pendapat Senat. "Minyak kelapa memiliki efek yang netral pada kolesterol darah, bahkan pada keadaan dimana minyak kelapa merupakan satu2nya sumber lemak", lapor seorang peneliti dari Havard Medical School. "Minyak (tropis) ini telah dikonsumsi sebagai bagian yang substansial dari makanan di banyak populasi selama ribuan tahun tanpa adanya bukti efek berbahaya pada mereka", tambah seorang ahli lemak dan minyak dari University of Maryland. Seorang mantan ahli bedah umum di negara Barat juga menyebutkan bahwa ketakutan akan minyak tropis sebagai suatu "kebodohan".
Negara2 dengan asupan minyak sawit terbesar di dunia adalah Kosta Rika dan Malaysia. Angka penyakit jantung dan kolesterol serum di negara2 tersebut jauh lebih rendah dibandingkan di negara2 Barat.
Medium-chain trigliserida (MCT)
MCT adalah minyak yang terdiri atas 100% asam lemak rantai sedang atau medium-chain fatty acid (MCFA), yaitu 75% asam kaprilat dan 25% asam kaprat.
Trigliserida dan Asam lemak
Minyak berbentuk cair pada suhu kamar. Baik minyak cair maupun padatan yang biasa kita sebut lemak selama ini, dua-duanya adalah lemak.
Lemak yang mengganggu kita, misalnya yang menyebabkan lengan atas bergelambir, paha atas seperti agar2, dan perut anda seperti ban serep, terdiri atas trigliserida. Trigliserida terdiri atas molekul lemak tunggal yang disebut asam lemak. Para ilmuwan mengelompokkan asam lemak dalam tiga kategori umum : jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda.
Asam lemak, baik jenuh maupun tak jenuh, memperngaruhi tubuh dengan cara berbeda dan memberikan efek berbeda pada kesehatan. Karenanya, satu lemak jenuh dapat memberikan efek yang buruk, sementara yang lainnya dapat meningkatkan kesehatan. Begitu juga halnya dengan asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda; misalnya, asam oleat bermanfaat bagi jantung sedangkan asam erusat malah sangat beracun bagi jantung. Jadi, kita tidak dapat menyebut satu jenis minyak "jahat" karena jenuh, sedangkan jenis lainnya "baik" karena tak jenuh tunggal atau ganda.
Asam lemak dengan panjang 14-24 atom karbon, disebut asam lemak rantai panjang atau long-chain fatty acid (LCFA). Asam lemak dengan panjang 8-12 atom karbon, disebut asam lemak rantai sedang atau medium-chain fatty acid (MCFA). Asam lemak dengan panjang 2-6 atom karbon, disebut asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acid (SCFA).
Minyak kelapa mengandung 64% MCFA sedangkan minyak kelapa sawit 58%. MCFA dalam minyak kelapa adalah berupa asam laurat (48%), asam kaprilat (8%), dan asam kaprat (7%), selain asam lemak bermanfaat lainnya. Asam laurat merupakan gizi yang sangat penting bagi kesehatan. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin. Asam kaprilat diubah menjadi monokaprin. Monolaurin dan monokaprin bersifat antivirus, antibakteri, antiprotozoa, dan sedang dikembangkan untuk melawan virus HIV. Dengan sifat tersebut, minyak kelapa dinyatakan dapat mendukung sistem imunitas tubuh.
Panjang rantai menentukan bagaimana lemak itu dapat dicerna dan dimetabolisir serta pengaruhnya pada tubuh. Hampir semua lemak dalam makanan kita terdiri atas LCFA. Jika tidak segera digunakan sebagai sumber energi, akan disimpan sebagai jaringan lemak dalam tubuh.
Minyak kelapa dan minyak sawit terdiri atas MCFA dan SCFA. Asam lemak ini dipecah dan digunakan terutama unuk memproduksi energi sehingga jarang berakhir sebagai lemak tubuh atau kolesterol, ataupun disimpan dalam arteri atau bagian lain tubuh.
Minyak Kelapa Murni
Pada dasarnya pembuatan minyak kelapa murni dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan pemanasan, fermentasi dan tehnik pancingan. Cara yang paling baik sampai saat ini adalah cara pancingan. Dengan cara pancingan, kemungkinan rusaknya asam lemak pada minyak relatif lebih kecil. Selain itu, prosesnya juga lebih cepat.
Pada proses pamanasan dikhawatirkan akan merusak asam lemak dalam minyak. Ciri minyak yang rusak adalah warnanya berubah kekuningan dan cepat berbau tengik. Sementara itu, pada cara fermentasi, hasilnya tidak optimal. Jika mengandalkan bakteri, proses fermentasi sangat bergantung pada kondisi air, tempat atau wadah, dan lingkungan. Apakah bakteri yang ada di dalamnya merusak asam lemak atau tidak, perlu pula diketahui.
Lemak, Koleserol dan Penyakit Jantung
Mengapa lemak jenuh dianggap begitu jahat ? Alasan sesungguhnya hanya satu : lemak jenuh dapat dengan mudah diubah menjadi kolesterol oleh hepar, yang dapat meningkatkan kolesterol darah, sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung. Tapi itu menurut kayakinan umum.
Kenyataan yang diketahui oleh banyak peneliti lemak dan profesional kedokteran, tetapi tidak diketahui oleh sebahagian besar dari kita adalah bukan lemak jenuh atau kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung. Kadar kolesterol yang tinggi hanyalah satu diantara berbagai faktor resiko. Tidak semua orang dengan kadar kolesterol tinggi mengalami penyakit jantung, dan tidak semua orang dengan penyakit jantung memiliki kadar kolesterol tinggi. Sesungguhnya, sebagian besar orang yang mengalami penyakit jantung tidak memiliki kadar kolesterol tinggi.
Kolesterol darah yang tinggi tidak merupakan penyebab penyakit jantung yang lebih kuat dibandingkan dengan usia atau jenis kelamin laki2. Kesalahannya hanya karena adanya hubungan tersebut.
Kadar homosistein darah adalah salah satu faktor resiko yang paling akurat. Penelitian terbaru membuktikan bahwa kadar homosistein yang meningkat dalam darah jauh lebih berhubungan dengan penyakit jantung, dibandingkan dengan kolesterol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar