Ini kisah disampaikan untuk sekedar berbagi:
"Aku dah lama kenal bu Tuti.
Dia dah beberapa minggu gak muncul di tempat dimana para ibu2 biasa berkumpul menunggu anaknya pulang sekolah.
Begitu muncul, bu Tuti terlihat begitu kurus; (maaf) bagai kerangka berselimut kulit, tanpa daging.
Karena turut prihatin, dia pun kupanggil, kuajak ngobrol.
aku: "kamu kok terlihat begitu kurus tho, mbak. ada apa ?"
bu Tuti: "aku menderita kanker payudara, mas"
aku: "o, aku tau. kamu selalu berpikir kalo kamu itu akan segera mati ya ?"
bu Tuti: "iya, mas. gimana gak kepikiran, dah banyak orang yang meninggal akibat kanker payudara"
Aku tersenyum.
Aku: "mbak. ngomong2, pernah mendengar bayi meninggal, gak ?"
bu Tuti: "pernah"
aku: "pernah mendengar orang sehat, mendadak meninggal ?"
bu Tuti: "pernah"
aku: "kalo ketemu orang sakit lagi jalan2 ?"
bu Tuti: "juga pernah"
Aku tersenyum lagi.
Aku: "jadi, urusan mati itu sebenarnya gak mengenal usia. juga gak harus didahului oleh kedatangan suatu penyakit. bener, ya ?"
Bu Tuti menganggukkan kepala.
"mulai sekarang, cobalah untuk tidak memikirkan soal mati. dan ikuti terus saran dokter"
Bu Tuti setuju.
Kira2 1-2 bulan kemudian, aku bertemu bu Tuti lagi.
Aku tersenyum.
Gimana tidak. Bu Tuti terlihat segar, kulitnya putih dan badannya tampak jauh lebih gemuk.
Dan dia pun kupangil: "mbak, sini"
Setelah duduk di sampingku, bu Tuti ku"canda"in,
"mbak. kamu tidak mati tho, mbak ?"
Gantian, kali ini bu Tuti yang tersenyum.
Hehehe ...
Tanpa obat, ternyata kita juga bisa membantu orang yang lagi sakit.
Blog Harry Febrison
(berisi petikan jurnal dan buku, serta informasi mengenai kesehatan)
Sabtu, 23 April 2011
Rabu, 09 Juni 2010
Testimoni (3)
Suatu hari, mbak Tari bilang padaku kalo kakaknya habis operasi kanker payudara. Aku juga diperlihatkan obat yang diberikan untuk kakaknya.
Karena ditanya mengenai produk apa yang sebaiknya digunakan kakaknya, kusarankan 4 jenis produk (gamat, propolis/VCO Sauda, klorofil dan Kino). Kepada mbak Tari kujelaskan fungsi ke-empat produk dan kemungkinan manfaat yang akan diperoleh jika digunakan bersamaan.
Setelah dikonsumsi, luka bekas operasi terlihat menutup-rapat dengan baik, tidak ada air atau nanah. Wajah kakak mbak Tari terlihat segar. Walau begitu, rasa nyeri masih dirasakan.
Tidak berapa lama kemudian, mbak Tari bercerita bahwa orang yang menangani keadaan kakaknya di RS memuji bekas luka operasi dan memuji penampilan kakaknya yang sangat berbeda dengan kebanyakan penderita kanker payudara lainnya. Mbak Tari juga membandingkan bekas luka operasi; luka pada teman2 kakaknya tampak berair dan nanah mengalir keluar. Teman2 kakaknya mengetahui perbedaan ini tapi tetap menolak ketika ditawari produk yang digunakan kakaknya.
Mbak Tari juga cerita bahwa, kalo kemoterapi, pada hari itu juga kakaknya diperkenankan pulang. Sementara teman2 kakaknya harus menginap beberapa hari di RS. Jadi, kakak mbak Tari lebih tahan terhadap efek samping yang timbul akibat kemoterapi.
Mengetahui semua kondisi di atas, urusan rutinitas penggunaan produk kupercayakan pada mbak Tari.
Sayang sekali, beberapa bulan kemudian kakak mbak Tari dipanggil Tuhan.
(Blakangan mbak Tari cerita kalo beberapa minggu menjelang kakaknya "pergi", kakaknya tidak lagi menggunakan gamat yang menurut kami mesti selalu dikonsumsi kakaknya).
Catatan :
Kombinasi beberapa produk ini sebelumnya pernah digunakan untuk menanggulangi kanker pada ayahanda temanku di Brebes. Ketika kutanyakan pengaruhnya, temanku bilang kalau nyeri yang diderita ayahnya menjadi hilang pada hari ke-tiga.
Dalam hal menanggulangi benjolan dekat payudara pada penderita lainnya (di Klaten), kombinasi ini juga digunakan. Padaku si ibu ini bercerita kalau benjolan tersebut telah dinyatakan baik oleh dokter. Sampai sekarang dia tidak pernah mengeluh soal benjolan tersebut, ketika kutanya maupun ketika tidak kutanya.
Karena ditanya mengenai produk apa yang sebaiknya digunakan kakaknya, kusarankan 4 jenis produk (gamat, propolis/VCO Sauda, klorofil dan Kino). Kepada mbak Tari kujelaskan fungsi ke-empat produk dan kemungkinan manfaat yang akan diperoleh jika digunakan bersamaan.
Setelah dikonsumsi, luka bekas operasi terlihat menutup-rapat dengan baik, tidak ada air atau nanah. Wajah kakak mbak Tari terlihat segar. Walau begitu, rasa nyeri masih dirasakan.
Tidak berapa lama kemudian, mbak Tari bercerita bahwa orang yang menangani keadaan kakaknya di RS memuji bekas luka operasi dan memuji penampilan kakaknya yang sangat berbeda dengan kebanyakan penderita kanker payudara lainnya. Mbak Tari juga membandingkan bekas luka operasi; luka pada teman2 kakaknya tampak berair dan nanah mengalir keluar. Teman2 kakaknya mengetahui perbedaan ini tapi tetap menolak ketika ditawari produk yang digunakan kakaknya.
Mbak Tari juga cerita bahwa, kalo kemoterapi, pada hari itu juga kakaknya diperkenankan pulang. Sementara teman2 kakaknya harus menginap beberapa hari di RS. Jadi, kakak mbak Tari lebih tahan terhadap efek samping yang timbul akibat kemoterapi.
Mengetahui semua kondisi di atas, urusan rutinitas penggunaan produk kupercayakan pada mbak Tari.
Sayang sekali, beberapa bulan kemudian kakak mbak Tari dipanggil Tuhan.
(Blakangan mbak Tari cerita kalo beberapa minggu menjelang kakaknya "pergi", kakaknya tidak lagi menggunakan gamat yang menurut kami mesti selalu dikonsumsi kakaknya).
Catatan :
Kombinasi beberapa produk ini sebelumnya pernah digunakan untuk menanggulangi kanker pada ayahanda temanku di Brebes. Ketika kutanyakan pengaruhnya, temanku bilang kalau nyeri yang diderita ayahnya menjadi hilang pada hari ke-tiga.
Dalam hal menanggulangi benjolan dekat payudara pada penderita lainnya (di Klaten), kombinasi ini juga digunakan. Padaku si ibu ini bercerita kalau benjolan tersebut telah dinyatakan baik oleh dokter. Sampai sekarang dia tidak pernah mengeluh soal benjolan tersebut, ketika kutanya maupun ketika tidak kutanya.
Selasa, 08 Juni 2010
Testimoni (2)
Suatu hari, mbak Tari mampir dan memintaku menemui seorang bapak yang masih tergolong "dekat" dengan keluarga kami. Si bapak se-hari2 bekerja sebagai penjual makanan dan minuman (Angkringan).
Padaku si bapak cerita: "setiap hari, habis maghrib, di daerah dekat pangkal pahaku terasa cekot2 (nyeri) yang sangat mengganggu. Pipisku lancar. Uji labor terhadap darah dan urin menunjukkan hasil yang baik. Dan aku telah berobat ke-mana2 tapi belum sembuh juga. Sepertinya sarafku ada yang kejepit, dan dokter juga pernah bilang begitu"
Karena diminta, si bapak kusarankan menggunakan tiga jenis produk; Kino, klorofil dan OmegaSqua. Kepada si bapak kuceritakan fungsi ketiga produk dan kemungkinan manfaat yang akan dirasakan. Dan ternyata si bapak mau menggunakan produk2 tersebut kendati harganya sekitar 600 rb.
3-4 hari setelah digunakan, aku berkunjung ke tempat si bapak. Ketika kutanyakan tentang keadaannya, si bapak bilang: "belum ada perubahan. gimana itu ?"
Aku pun bertanya perihal rajin/tidaknya dan takaran penggunaan produk. Saran untuk tidak lagi memecah balok kayu, juga kutanya. Termasuk mengenai kemungkinan si bapak mengkonsumsi obat/jamu lain selama menggunakan produk. Dan akhirnya, kuketahui bahwa bahwa si bapak belum mengkonsumsi klorofil; baru menggunakan 2 produk.
Kepada si bapak kuceritakan beberapa testimoni mengenai hubungan antara klorofil dengan 2 produk yang lain. Dan kuminta komitmennya agar menggunakan klorofil.
Beberaapa hari kemudian si bapak kutemui lagi. Kali ini si bapak tampak ceria. Nyeri yang selama ini mengganggunya telah hilang. Sampai saat ini si bapak masih bekerja, melayani pembeli di Angkringan-nya mulai jam 2-3 hingga dagangannya habis.
Aku ikut senang.
Catatan:
Si bapak tinggal di daerah Klaten. Hampir di setiap kali bertemu, aku bertanya tentang keadaannya. Si bapak selalu bilang sehat dan penyakit nyerinya tidak pernah kambuh.
Padaku si bapak cerita: "setiap hari, habis maghrib, di daerah dekat pangkal pahaku terasa cekot2 (nyeri) yang sangat mengganggu. Pipisku lancar. Uji labor terhadap darah dan urin menunjukkan hasil yang baik. Dan aku telah berobat ke-mana2 tapi belum sembuh juga. Sepertinya sarafku ada yang kejepit, dan dokter juga pernah bilang begitu"
Karena diminta, si bapak kusarankan menggunakan tiga jenis produk; Kino, klorofil dan OmegaSqua. Kepada si bapak kuceritakan fungsi ketiga produk dan kemungkinan manfaat yang akan dirasakan. Dan ternyata si bapak mau menggunakan produk2 tersebut kendati harganya sekitar 600 rb.
3-4 hari setelah digunakan, aku berkunjung ke tempat si bapak. Ketika kutanyakan tentang keadaannya, si bapak bilang: "belum ada perubahan. gimana itu ?"
Aku pun bertanya perihal rajin/tidaknya dan takaran penggunaan produk. Saran untuk tidak lagi memecah balok kayu, juga kutanya. Termasuk mengenai kemungkinan si bapak mengkonsumsi obat/jamu lain selama menggunakan produk. Dan akhirnya, kuketahui bahwa bahwa si bapak belum mengkonsumsi klorofil; baru menggunakan 2 produk.
Kepada si bapak kuceritakan beberapa testimoni mengenai hubungan antara klorofil dengan 2 produk yang lain. Dan kuminta komitmennya agar menggunakan klorofil.
Beberaapa hari kemudian si bapak kutemui lagi. Kali ini si bapak tampak ceria. Nyeri yang selama ini mengganggunya telah hilang. Sampai saat ini si bapak masih bekerja, melayani pembeli di Angkringan-nya mulai jam 2-3 hingga dagangannya habis.
Aku ikut senang.
Catatan:
Si bapak tinggal di daerah Klaten. Hampir di setiap kali bertemu, aku bertanya tentang keadaannya. Si bapak selalu bilang sehat dan penyakit nyerinya tidak pernah kambuh.
Kamis, 20 Mei 2010
Membuat Testimoni
Dalam menawarkan suatu produk, seringkali kita melakukan hal2 yang sebenarnya tidak bermanfaat, diantaranya adalah berbicara berlebihan mengenai manfaat produk, dan menyampaikan kegunaan yang sebenarnya tidak ada. Benar ya ?
Sebenarnya, hal itu tidak perlu dilakukan karena berpotensi merugikan diri sendiri di masa mendatang; karena orang akan kapok mendengar saran kita, bahkan bisa jadi juga akan memusuhi kita karena kita dianggap sebagai pembohong. Jadi, mulai sekarang, hal ini sudah harus kita tinggalkan.
Beberapa tips (bukan baru) yang bisa dicoba
01. Jika mungkin, gunakan sendiri produk yang ditawarkan menurut petunjuk pemakaian yang sebenarnya, baik itu tunggal maupun dalam bentuk kombinasi dengan produk yang lain; minimal @ satu kemasan.
02. Jika digunakan oleh orang sakit, bertanyalah tentang riwayat penyakit pasien, misalnya mengenai makanan/minuman yang dia makan sebelumnya.
02.1. Kenali tanda2 umum suatu penyakit.
02.2. Bertanyalah pada pasien, untuk mencari ada/tidaknya tanda2 spesifik yang mendukung tanda2 umum.
02.3. Begitu merasa telah mengarah ke suatu penyakit, bayangkan segera produknya dan tawarkan produk minimal yang bisa digunakan. Produk pelengkap sebaiknya juga ditawarkan agar proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat.
02.4. Jika menyarankan supplemen, kenali Healing Crises yang mungkin terjadi.
02.5. Bertanyalah mengenai obat2 lain yang tengah dikonsumsi pasien.
02.6. Bertanyalah pada pasien mengenai ada/tidaknya faktor lain yang dapat mendukung/memperparah terjadinya suatu penyakit, misalnya stress, makanan/minuman pantangan, rokok, dll.
02.7. Kunjungilah secara berkala pasien tiap 2-4 hari, terutama untuk memantau perkembangan penyakitnya, untuk memastikan ada/tidak dan jenis obat/jamu (dicatat kalau ada) lainnya yang digunakan, dan untuk memastikan taat tidaknya pasien dengan pantangan2 atau saran.
02.8. Jika menggunakan supplemen yang sebenarnya manfaatnya dapat terlihat dalam jangka pendek tetapi ternyata tidak menunjukkan hasil apa2, akui saja "tidak jodoh" untuk penyakit yang diduga.
02.9. Untuk penyakit yang harus ditangani dokter, sarankan pasien untuk berobat ke dokter.
03. Kumpulkan testimoni2 dari orang lain sebagai pegangan sementara.
04. Perbanyaklah Product-knowledge soal produk.
Lalu, apa manfaatnya jika tips itu dilakukan ?
Manfaatnya:
1. Testimoni yang kita peroleh lebih berkualitas karena tergolong testimoni yang dapat diterapkan kembali.
2. Rasa percaya diri menjadi lebih meningkat.
Penutup
Selamat mencoba.
Sebenarnya, hal itu tidak perlu dilakukan karena berpotensi merugikan diri sendiri di masa mendatang; karena orang akan kapok mendengar saran kita, bahkan bisa jadi juga akan memusuhi kita karena kita dianggap sebagai pembohong. Jadi, mulai sekarang, hal ini sudah harus kita tinggalkan.
Beberapa tips (bukan baru) yang bisa dicoba
01. Jika mungkin, gunakan sendiri produk yang ditawarkan menurut petunjuk pemakaian yang sebenarnya, baik itu tunggal maupun dalam bentuk kombinasi dengan produk yang lain; minimal @ satu kemasan.
02. Jika digunakan oleh orang sakit, bertanyalah tentang riwayat penyakit pasien, misalnya mengenai makanan/minuman yang dia makan sebelumnya.
02.1. Kenali tanda2 umum suatu penyakit.
02.2. Bertanyalah pada pasien, untuk mencari ada/tidaknya tanda2 spesifik yang mendukung tanda2 umum.
02.3. Begitu merasa telah mengarah ke suatu penyakit, bayangkan segera produknya dan tawarkan produk minimal yang bisa digunakan. Produk pelengkap sebaiknya juga ditawarkan agar proses penyembuhan dapat berlangsung lebih cepat.
02.4. Jika menyarankan supplemen, kenali Healing Crises yang mungkin terjadi.
02.5. Bertanyalah mengenai obat2 lain yang tengah dikonsumsi pasien.
02.6. Bertanyalah pada pasien mengenai ada/tidaknya faktor lain yang dapat mendukung/memperparah terjadinya suatu penyakit, misalnya stress, makanan/minuman pantangan, rokok, dll.
02.7. Kunjungilah secara berkala pasien tiap 2-4 hari, terutama untuk memantau perkembangan penyakitnya, untuk memastikan ada/tidak dan jenis obat/jamu (dicatat kalau ada) lainnya yang digunakan, dan untuk memastikan taat tidaknya pasien dengan pantangan2 atau saran.
02.8. Jika menggunakan supplemen yang sebenarnya manfaatnya dapat terlihat dalam jangka pendek tetapi ternyata tidak menunjukkan hasil apa2, akui saja "tidak jodoh" untuk penyakit yang diduga.
02.9. Untuk penyakit yang harus ditangani dokter, sarankan pasien untuk berobat ke dokter.
03. Kumpulkan testimoni2 dari orang lain sebagai pegangan sementara.
04. Perbanyaklah Product-knowledge soal produk.
Lalu, apa manfaatnya jika tips itu dilakukan ?
Manfaatnya:
1. Testimoni yang kita peroleh lebih berkualitas karena tergolong testimoni yang dapat diterapkan kembali.
2. Rasa percaya diri menjadi lebih meningkat.
Penutup
Selamat mencoba.
Sabtu, 15 Mei 2010
Olah Raga dan Istirahat
Definisi "Sehat"
Para Pendiri World Health Organitation (WHO) pada tahun 1948 membuat definisi SEHAT sebagai berikut :
Physical, mental and Social well-being, not merely the absence of disease or infirmity
Dalam implementasinya, banyak sekali orang2 golongan the have, dengan segala kesuksesannya, tidak terbebas dari hambatan disease or infirmity.
Olah Raga
Unsur utama olah raga adalah peregangan tendon dan otot.
Olah raga atau gerak badan dapat dilakukan secara aerobik dan anaerobik.
Gerakan aerobik merupakan aktivitas yang berkaitan dengan gerakan yang berlangsung cukup lama dan membutuhkan ketahanan (endurance) serta menghasilkan zat oksigen dalam darah. Sedangkan gerakan anaerobik adalah aktivitas gerak dalam waktu singkat dan menghasilkan kekuatan (strength).Bagi para usia setengah baya dan usia lanjut, gerakan aerobik adalah lebih penting.
Olah raga bermanfaat untuk :
1. Meningkatkan kerja jantung dan paru2, dalam mengalirkan darah yang penuh oksigen ke bagian2 tubuh terutama otak.
2. Merenovasi sel2 tubuh yang telah kurang/tidak berfungsi dengan baik, termasuk otak. Proses perombakan sel lama yang telah layu dan pergantian/pertumbuhan sel baru terjadi secara aktif. Kontraksi otot berperan dalam menyeimbangkan kedua proses ini; melibatkan cytokine-6, cytokine-10 dan sel2 darah putih. Jika demikian halnya, maka olah raga dapat dikatakan sebagai suatu kedaan stress yang menyehatkan.
3. Meningkatkan sistem imunitas, menurunkan berat badan, regulasi insulin, pembakaran lemak, memperbaiki seksualitas, mencegah serangan jantung, strok, hipertensi, penyakit Alzheimer, kolesterol tinggi, depresi, dan membuat tidur menjadi terasa lebih baik.
Olah raga sebaiknya dilakukan setiap hari minimal 20 menit.
Istirahat/Relaksasi
Mari, jangan lupakan kegiatan istirahat/relaksasi.
Kegiatan regang-kendur harus terjadi secara seimbang. Otot yang semula meregang harus dikembalikan kepada keadaan kendur. Jika tidak, akan muncul rasa lelah yang pada akhirnya dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot2 dan rasa yang tidak nyaman saat bergerak, misalnya pada otot-sendi bahu leher dan otot sendi pinggang-pinggul. Dan jika keadaan ini terjadi menahun, akan dapat menimbulkan perubahan struktur tulang dengan segala dampaknya.
Mari kita berolah raga setiap hari.
Para Pendiri World Health Organitation (WHO) pada tahun 1948 membuat definisi SEHAT sebagai berikut :
Physical, mental and Social well-being, not merely the absence of disease or infirmity
Dalam implementasinya, banyak sekali orang2 golongan the have, dengan segala kesuksesannya, tidak terbebas dari hambatan disease or infirmity.
Olah Raga
Unsur utama olah raga adalah peregangan tendon dan otot.
Olah raga atau gerak badan dapat dilakukan secara aerobik dan anaerobik.
Gerakan aerobik merupakan aktivitas yang berkaitan dengan gerakan yang berlangsung cukup lama dan membutuhkan ketahanan (endurance) serta menghasilkan zat oksigen dalam darah. Sedangkan gerakan anaerobik adalah aktivitas gerak dalam waktu singkat dan menghasilkan kekuatan (strength).Bagi para usia setengah baya dan usia lanjut, gerakan aerobik adalah lebih penting.
Olah raga bermanfaat untuk :
1. Meningkatkan kerja jantung dan paru2, dalam mengalirkan darah yang penuh oksigen ke bagian2 tubuh terutama otak.
2. Merenovasi sel2 tubuh yang telah kurang/tidak berfungsi dengan baik, termasuk otak. Proses perombakan sel lama yang telah layu dan pergantian/pertumbuhan sel baru terjadi secara aktif. Kontraksi otot berperan dalam menyeimbangkan kedua proses ini; melibatkan cytokine-6, cytokine-10 dan sel2 darah putih. Jika demikian halnya, maka olah raga dapat dikatakan sebagai suatu kedaan stress yang menyehatkan.
3. Meningkatkan sistem imunitas, menurunkan berat badan, regulasi insulin, pembakaran lemak, memperbaiki seksualitas, mencegah serangan jantung, strok, hipertensi, penyakit Alzheimer, kolesterol tinggi, depresi, dan membuat tidur menjadi terasa lebih baik.
Olah raga sebaiknya dilakukan setiap hari minimal 20 menit.
Istirahat/Relaksasi
Mari, jangan lupakan kegiatan istirahat/relaksasi.
Kegiatan regang-kendur harus terjadi secara seimbang. Otot yang semula meregang harus dikembalikan kepada keadaan kendur. Jika tidak, akan muncul rasa lelah yang pada akhirnya dapat menimbulkan rasa nyeri pada otot2 dan rasa yang tidak nyaman saat bergerak, misalnya pada otot-sendi bahu leher dan otot sendi pinggang-pinggul. Dan jika keadaan ini terjadi menahun, akan dapat menimbulkan perubahan struktur tulang dengan segala dampaknya.
Mari kita berolah raga setiap hari.
Senin, 10 Mei 2010
Perubahan Makanan Mempengaruhi Status Kesehatan
Jika ahli gizi meminta kita mengurangi asupan lemak, kita otomatis hanya berpikir mengenai lemak jenuh. Anjuran "pengurangan" ini sebenarnya berlaku bagi semua jenis lemak, termasuk lemak tak jenuh ganda.
Dalam upaya mengurangi asupan lemak jenuh, orang seringkali mengganti minyak apapun yang berasal dari hewan. Akan tetapi, banyak minyak nabati tidak lebih baik dari lemak hewani yang dengan mati2an kita hindari. Beberapa jenis minyak nabati bahkan lebih buruk.
Yang menyebabkan minyak memiliki potensi bahaya salah satunya adalah ketidakjenuhannya. Ikatan karbon ganda dalam molekul minyak tak jenuh ganda sangat rentan terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas. Radikal bebas menurunkan simpanan antioksidan dalam tubuh dan menimbulkan reaksi kimia yang merusak jaringan dan sel.
Perubahan Asupan
Pernah dilaporkan bahwa tingkat kesehatan seluruh penduduk Tokelau sangat baik dibandingkan (standar) Barat. Tidak ada tanda2 penyakit ginjal ataupun hipotiroidis pada penduduk Tokelau. Tidak ada kolesterol tinggi. Semuanya bertubuh langsing dan sehat. Walaupun makanannya tinggi akan lemak jenuh, dan kenyataannya adalah populasi keseluruhan memiliki rasio berat terhadap tinggi badan yang ideal dibandingkan angka dalam Indeks Massa Tubuh yang digunakan oleh ahli gizi. Masalah pencernaan juga jarang ditemukan, konstipasi merupakan penyakit langka. Rata2 penduduk Tokelau buang air besar dua kali sehari. Aterosklerosis, penyakit jantung, radang usus, kanker usus besar, wasir, tukak lambung, divertikulosis, dan radang usus buntu adalah keadaan yang secara umum jarang ditemukan.
Migrasi (perpindahan) penduduk Tokelau ke Selandia Baru ternyata berdampak pada perubahan asupan lemak yang menunjukkan tanda2 meningkatnya resiko aterosklerosis. Migrasi ini juga memperlihatkan adanya penurunan yang nyata akan asupan lemak jenuh dari sekitar 50% menjadi 41% energi, kenaikan asupan kolesterol makanan menjadi 340 mg, dan kenaikan lemak tak jenuh ganda serta gula. Perubahan lemak yang terjadi diantaranya adalah meningkatnya kolesterol total, lebih tingginya LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta kadar HDL (kolesterol baik) yang lebih rendah.
Kolesterol darah penduduk Tokelau meningkat setelah pindah ke Selandia baru, walaupun terdapat kenyataan bahwa kandungan lemak total dalam makanannya menurun, dari 57% di Tokelau, dengan 80% diantaranya dari minyak kelapa, menjadi sekitar 43% di Selandia Baru. Di Selandia Baru mereka lebih banyak memakan roti putih, nasi, daging, dan makanan orang Barat lainnya serta lebih sedikit makan makanan kaya kelapa yang tinggi serat.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah diet yang tinggi lemak jenuh yang terdiri atas minyak kelapa tidak membahayakan kesehatan dan tidak menyebabkan aterosklerosis.
Orang yang mengkonsumsi minyak kelapa sebagai pengganti berbagai minyak nabati lain secara menakjubkan bebas dari penyakit degeneratif yang sangat umum di Barat. Mereka juga memiliki berat badan yang mendekati ideal dan tampaknya merupakan contoh kesehatan sempurna. Tetapi bila orang ini mengganti minyak kelapa dalam makanannya dengan minyak nabati lainnya (yang secara umum memuat banyak minyak tak jenuh ganda dan minyak hidrogenasi), maka kesehatannya akan menurun.
Berdasarkan keterangan2 ini, mari kita pelajari pola makan kita.
Dalam upaya mengurangi asupan lemak jenuh, orang seringkali mengganti minyak apapun yang berasal dari hewan. Akan tetapi, banyak minyak nabati tidak lebih baik dari lemak hewani yang dengan mati2an kita hindari. Beberapa jenis minyak nabati bahkan lebih buruk.
Yang menyebabkan minyak memiliki potensi bahaya salah satunya adalah ketidakjenuhannya. Ikatan karbon ganda dalam molekul minyak tak jenuh ganda sangat rentan terhadap oksidasi dan pembentukan radikal bebas. Radikal bebas menurunkan simpanan antioksidan dalam tubuh dan menimbulkan reaksi kimia yang merusak jaringan dan sel.
Perubahan Asupan
Pernah dilaporkan bahwa tingkat kesehatan seluruh penduduk Tokelau sangat baik dibandingkan (standar) Barat. Tidak ada tanda2 penyakit ginjal ataupun hipotiroidis pada penduduk Tokelau. Tidak ada kolesterol tinggi. Semuanya bertubuh langsing dan sehat. Walaupun makanannya tinggi akan lemak jenuh, dan kenyataannya adalah populasi keseluruhan memiliki rasio berat terhadap tinggi badan yang ideal dibandingkan angka dalam Indeks Massa Tubuh yang digunakan oleh ahli gizi. Masalah pencernaan juga jarang ditemukan, konstipasi merupakan penyakit langka. Rata2 penduduk Tokelau buang air besar dua kali sehari. Aterosklerosis, penyakit jantung, radang usus, kanker usus besar, wasir, tukak lambung, divertikulosis, dan radang usus buntu adalah keadaan yang secara umum jarang ditemukan.
Migrasi (perpindahan) penduduk Tokelau ke Selandia Baru ternyata berdampak pada perubahan asupan lemak yang menunjukkan tanda2 meningkatnya resiko aterosklerosis. Migrasi ini juga memperlihatkan adanya penurunan yang nyata akan asupan lemak jenuh dari sekitar 50% menjadi 41% energi, kenaikan asupan kolesterol makanan menjadi 340 mg, dan kenaikan lemak tak jenuh ganda serta gula. Perubahan lemak yang terjadi diantaranya adalah meningkatnya kolesterol total, lebih tingginya LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta kadar HDL (kolesterol baik) yang lebih rendah.
Kolesterol darah penduduk Tokelau meningkat setelah pindah ke Selandia baru, walaupun terdapat kenyataan bahwa kandungan lemak total dalam makanannya menurun, dari 57% di Tokelau, dengan 80% diantaranya dari minyak kelapa, menjadi sekitar 43% di Selandia Baru. Di Selandia Baru mereka lebih banyak memakan roti putih, nasi, daging, dan makanan orang Barat lainnya serta lebih sedikit makan makanan kaya kelapa yang tinggi serat.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah diet yang tinggi lemak jenuh yang terdiri atas minyak kelapa tidak membahayakan kesehatan dan tidak menyebabkan aterosklerosis.
Orang yang mengkonsumsi minyak kelapa sebagai pengganti berbagai minyak nabati lain secara menakjubkan bebas dari penyakit degeneratif yang sangat umum di Barat. Mereka juga memiliki berat badan yang mendekati ideal dan tampaknya merupakan contoh kesehatan sempurna. Tetapi bila orang ini mengganti minyak kelapa dalam makanannya dengan minyak nabati lainnya (yang secara umum memuat banyak minyak tak jenuh ganda dan minyak hidrogenasi), maka kesehatannya akan menurun.
Berdasarkan keterangan2 ini, mari kita pelajari pola makan kita.
Virgin Coconut Oil (VCO, = minyak kelapa murni, minyak Kelentik)
Perang Dagang ?
Kapanpun minyak kelapa disebut, sebagian orang langsung membayangkan lemak jenuh dan oleh karenanya menganggap minyak ini pastilah buruk. Jika kita menghindari minyak kelapa karena kandungan lemak jenuhnya, kita termasuk salah satu diantara ratusan ribu orang yang telah disesatkan; begitu bunyi tulisan seorang ahli gizi sekaligus dokter naturopatik.
Pada tahun 1988, peneliti2 yang akrab dengan minyak tropis dipanggil untuk bersaksi dalam sidang dengar pendapat Senat. "Minyak kelapa memiliki efek yang netral pada kolesterol darah, bahkan pada keadaan dimana minyak kelapa merupakan satu2nya sumber lemak", lapor seorang peneliti dari Havard Medical School. "Minyak (tropis) ini telah dikonsumsi sebagai bagian yang substansial dari makanan di banyak populasi selama ribuan tahun tanpa adanya bukti efek berbahaya pada mereka", tambah seorang ahli lemak dan minyak dari University of Maryland. Seorang mantan ahli bedah umum di negara Barat juga menyebutkan bahwa ketakutan akan minyak tropis sebagai suatu "kebodohan".
Negara2 dengan asupan minyak sawit terbesar di dunia adalah Kosta Rika dan Malaysia. Angka penyakit jantung dan kolesterol serum di negara2 tersebut jauh lebih rendah dibandingkan di negara2 Barat.
Medium-chain trigliserida (MCT)
MCT adalah minyak yang terdiri atas 100% asam lemak rantai sedang atau medium-chain fatty acid (MCFA), yaitu 75% asam kaprilat dan 25% asam kaprat.
Trigliserida dan Asam lemak
Minyak berbentuk cair pada suhu kamar. Baik minyak cair maupun padatan yang biasa kita sebut lemak selama ini, dua-duanya adalah lemak.
Lemak yang mengganggu kita, misalnya yang menyebabkan lengan atas bergelambir, paha atas seperti agar2, dan perut anda seperti ban serep, terdiri atas trigliserida. Trigliserida terdiri atas molekul lemak tunggal yang disebut asam lemak. Para ilmuwan mengelompokkan asam lemak dalam tiga kategori umum : jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda.
Asam lemak, baik jenuh maupun tak jenuh, memperngaruhi tubuh dengan cara berbeda dan memberikan efek berbeda pada kesehatan. Karenanya, satu lemak jenuh dapat memberikan efek yang buruk, sementara yang lainnya dapat meningkatkan kesehatan. Begitu juga halnya dengan asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda; misalnya, asam oleat bermanfaat bagi jantung sedangkan asam erusat malah sangat beracun bagi jantung. Jadi, kita tidak dapat menyebut satu jenis minyak "jahat" karena jenuh, sedangkan jenis lainnya "baik" karena tak jenuh tunggal atau ganda.
Asam lemak dengan panjang 14-24 atom karbon, disebut asam lemak rantai panjang atau long-chain fatty acid (LCFA). Asam lemak dengan panjang 8-12 atom karbon, disebut asam lemak rantai sedang atau medium-chain fatty acid (MCFA). Asam lemak dengan panjang 2-6 atom karbon, disebut asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acid (SCFA).
Minyak kelapa mengandung 64% MCFA sedangkan minyak kelapa sawit 58%. MCFA dalam minyak kelapa adalah berupa asam laurat (48%), asam kaprilat (8%), dan asam kaprat (7%), selain asam lemak bermanfaat lainnya. Asam laurat merupakan gizi yang sangat penting bagi kesehatan. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin. Asam kaprilat diubah menjadi monokaprin. Monolaurin dan monokaprin bersifat antivirus, antibakteri, antiprotozoa, dan sedang dikembangkan untuk melawan virus HIV. Dengan sifat tersebut, minyak kelapa dinyatakan dapat mendukung sistem imunitas tubuh.
Panjang rantai menentukan bagaimana lemak itu dapat dicerna dan dimetabolisir serta pengaruhnya pada tubuh. Hampir semua lemak dalam makanan kita terdiri atas LCFA. Jika tidak segera digunakan sebagai sumber energi, akan disimpan sebagai jaringan lemak dalam tubuh.
Minyak kelapa dan minyak sawit terdiri atas MCFA dan SCFA. Asam lemak ini dipecah dan digunakan terutama unuk memproduksi energi sehingga jarang berakhir sebagai lemak tubuh atau kolesterol, ataupun disimpan dalam arteri atau bagian lain tubuh.
Minyak Kelapa Murni
Pada dasarnya pembuatan minyak kelapa murni dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan pemanasan, fermentasi dan tehnik pancingan. Cara yang paling baik sampai saat ini adalah cara pancingan. Dengan cara pancingan, kemungkinan rusaknya asam lemak pada minyak relatif lebih kecil. Selain itu, prosesnya juga lebih cepat.
Pada proses pamanasan dikhawatirkan akan merusak asam lemak dalam minyak. Ciri minyak yang rusak adalah warnanya berubah kekuningan dan cepat berbau tengik. Sementara itu, pada cara fermentasi, hasilnya tidak optimal. Jika mengandalkan bakteri, proses fermentasi sangat bergantung pada kondisi air, tempat atau wadah, dan lingkungan. Apakah bakteri yang ada di dalamnya merusak asam lemak atau tidak, perlu pula diketahui.
Lemak, Koleserol dan Penyakit Jantung
Mengapa lemak jenuh dianggap begitu jahat ? Alasan sesungguhnya hanya satu : lemak jenuh dapat dengan mudah diubah menjadi kolesterol oleh hepar, yang dapat meningkatkan kolesterol darah, sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung. Tapi itu menurut kayakinan umum.
Kenyataan yang diketahui oleh banyak peneliti lemak dan profesional kedokteran, tetapi tidak diketahui oleh sebahagian besar dari kita adalah bukan lemak jenuh atau kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung. Kadar kolesterol yang tinggi hanyalah satu diantara berbagai faktor resiko. Tidak semua orang dengan kadar kolesterol tinggi mengalami penyakit jantung, dan tidak semua orang dengan penyakit jantung memiliki kadar kolesterol tinggi. Sesungguhnya, sebagian besar orang yang mengalami penyakit jantung tidak memiliki kadar kolesterol tinggi.
Kolesterol darah yang tinggi tidak merupakan penyebab penyakit jantung yang lebih kuat dibandingkan dengan usia atau jenis kelamin laki2. Kesalahannya hanya karena adanya hubungan tersebut.
Kadar homosistein darah adalah salah satu faktor resiko yang paling akurat. Penelitian terbaru membuktikan bahwa kadar homosistein yang meningkat dalam darah jauh lebih berhubungan dengan penyakit jantung, dibandingkan dengan kolesterol.
Kapanpun minyak kelapa disebut, sebagian orang langsung membayangkan lemak jenuh dan oleh karenanya menganggap minyak ini pastilah buruk. Jika kita menghindari minyak kelapa karena kandungan lemak jenuhnya, kita termasuk salah satu diantara ratusan ribu orang yang telah disesatkan; begitu bunyi tulisan seorang ahli gizi sekaligus dokter naturopatik.
Pada tahun 1988, peneliti2 yang akrab dengan minyak tropis dipanggil untuk bersaksi dalam sidang dengar pendapat Senat. "Minyak kelapa memiliki efek yang netral pada kolesterol darah, bahkan pada keadaan dimana minyak kelapa merupakan satu2nya sumber lemak", lapor seorang peneliti dari Havard Medical School. "Minyak (tropis) ini telah dikonsumsi sebagai bagian yang substansial dari makanan di banyak populasi selama ribuan tahun tanpa adanya bukti efek berbahaya pada mereka", tambah seorang ahli lemak dan minyak dari University of Maryland. Seorang mantan ahli bedah umum di negara Barat juga menyebutkan bahwa ketakutan akan minyak tropis sebagai suatu "kebodohan".
Negara2 dengan asupan minyak sawit terbesar di dunia adalah Kosta Rika dan Malaysia. Angka penyakit jantung dan kolesterol serum di negara2 tersebut jauh lebih rendah dibandingkan di negara2 Barat.
Medium-chain trigliserida (MCT)
MCT adalah minyak yang terdiri atas 100% asam lemak rantai sedang atau medium-chain fatty acid (MCFA), yaitu 75% asam kaprilat dan 25% asam kaprat.
Trigliserida dan Asam lemak
Minyak berbentuk cair pada suhu kamar. Baik minyak cair maupun padatan yang biasa kita sebut lemak selama ini, dua-duanya adalah lemak.
Lemak yang mengganggu kita, misalnya yang menyebabkan lengan atas bergelambir, paha atas seperti agar2, dan perut anda seperti ban serep, terdiri atas trigliserida. Trigliserida terdiri atas molekul lemak tunggal yang disebut asam lemak. Para ilmuwan mengelompokkan asam lemak dalam tiga kategori umum : jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda.
Asam lemak, baik jenuh maupun tak jenuh, memperngaruhi tubuh dengan cara berbeda dan memberikan efek berbeda pada kesehatan. Karenanya, satu lemak jenuh dapat memberikan efek yang buruk, sementara yang lainnya dapat meningkatkan kesehatan. Begitu juga halnya dengan asam lemak tak jenuh tunggal dan ganda; misalnya, asam oleat bermanfaat bagi jantung sedangkan asam erusat malah sangat beracun bagi jantung. Jadi, kita tidak dapat menyebut satu jenis minyak "jahat" karena jenuh, sedangkan jenis lainnya "baik" karena tak jenuh tunggal atau ganda.
Asam lemak dengan panjang 14-24 atom karbon, disebut asam lemak rantai panjang atau long-chain fatty acid (LCFA). Asam lemak dengan panjang 8-12 atom karbon, disebut asam lemak rantai sedang atau medium-chain fatty acid (MCFA). Asam lemak dengan panjang 2-6 atom karbon, disebut asam lemak rantai pendek atau short-chain fatty acid (SCFA).
Minyak kelapa mengandung 64% MCFA sedangkan minyak kelapa sawit 58%. MCFA dalam minyak kelapa adalah berupa asam laurat (48%), asam kaprilat (8%), dan asam kaprat (7%), selain asam lemak bermanfaat lainnya. Asam laurat merupakan gizi yang sangat penting bagi kesehatan. Di dalam tubuh, asam laurat diubah menjadi monolaurin. Asam kaprilat diubah menjadi monokaprin. Monolaurin dan monokaprin bersifat antivirus, antibakteri, antiprotozoa, dan sedang dikembangkan untuk melawan virus HIV. Dengan sifat tersebut, minyak kelapa dinyatakan dapat mendukung sistem imunitas tubuh.
Panjang rantai menentukan bagaimana lemak itu dapat dicerna dan dimetabolisir serta pengaruhnya pada tubuh. Hampir semua lemak dalam makanan kita terdiri atas LCFA. Jika tidak segera digunakan sebagai sumber energi, akan disimpan sebagai jaringan lemak dalam tubuh.
Minyak kelapa dan minyak sawit terdiri atas MCFA dan SCFA. Asam lemak ini dipecah dan digunakan terutama unuk memproduksi energi sehingga jarang berakhir sebagai lemak tubuh atau kolesterol, ataupun disimpan dalam arteri atau bagian lain tubuh.
Minyak Kelapa Murni
Pada dasarnya pembuatan minyak kelapa murni dilakukan dengan tiga cara yaitu dengan pemanasan, fermentasi dan tehnik pancingan. Cara yang paling baik sampai saat ini adalah cara pancingan. Dengan cara pancingan, kemungkinan rusaknya asam lemak pada minyak relatif lebih kecil. Selain itu, prosesnya juga lebih cepat.
Pada proses pamanasan dikhawatirkan akan merusak asam lemak dalam minyak. Ciri minyak yang rusak adalah warnanya berubah kekuningan dan cepat berbau tengik. Sementara itu, pada cara fermentasi, hasilnya tidak optimal. Jika mengandalkan bakteri, proses fermentasi sangat bergantung pada kondisi air, tempat atau wadah, dan lingkungan. Apakah bakteri yang ada di dalamnya merusak asam lemak atau tidak, perlu pula diketahui.
Lemak, Koleserol dan Penyakit Jantung
Mengapa lemak jenuh dianggap begitu jahat ? Alasan sesungguhnya hanya satu : lemak jenuh dapat dengan mudah diubah menjadi kolesterol oleh hepar, yang dapat meningkatkan kolesterol darah, sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung. Tapi itu menurut kayakinan umum.
Kenyataan yang diketahui oleh banyak peneliti lemak dan profesional kedokteran, tetapi tidak diketahui oleh sebahagian besar dari kita adalah bukan lemak jenuh atau kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung. Kadar kolesterol yang tinggi hanyalah satu diantara berbagai faktor resiko. Tidak semua orang dengan kadar kolesterol tinggi mengalami penyakit jantung, dan tidak semua orang dengan penyakit jantung memiliki kadar kolesterol tinggi. Sesungguhnya, sebagian besar orang yang mengalami penyakit jantung tidak memiliki kadar kolesterol tinggi.
Kolesterol darah yang tinggi tidak merupakan penyebab penyakit jantung yang lebih kuat dibandingkan dengan usia atau jenis kelamin laki2. Kesalahannya hanya karena adanya hubungan tersebut.
Kadar homosistein darah adalah salah satu faktor resiko yang paling akurat. Penelitian terbaru membuktikan bahwa kadar homosistein yang meningkat dalam darah jauh lebih berhubungan dengan penyakit jantung, dibandingkan dengan kolesterol.
Langganan:
Komentar (Atom)